Buru (Alodelima.com) – Warga Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Maluku dibuat emosi dengan beredarnya kabar penangkapan tiga terduga pelaku pencurian sapi, salah satunya diduga merupakan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sabtu 28/2/2026
Peristiwa tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah mobil Toyota Avanza berwarna merah dengan nomor polisi DE 1588 AJ yang kerap terlihat berkeliaran di wilayah Waeapo dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut informasi warga. Mobil tersebut disebut-sebut sering melintas di sekitar area peternakan warga, terutama pada jam-jam tertentu yang dianggap mencurigakan. Karena merasa resah, sejumlah warga kemudian berkordinsai dengan Camat Waeapo untuk melakukan penghadangan terhadap mobil avansa yang akan melintas dari arah Desa Waegeren menuju kota Namlea.
sekitar pukul 04.00 wit sabtu dini hari. Mobil tersebut dihadang warga tepatnya di pasar mako, didalam mobil warga temukan tiga orang pria satu diantaranya merupakan anggota Kompi 735 Nawasena yang bermarkas di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru,
Selain itu, warga juga menemukan barang bukti berupa sebuah parang serta pisang yang diduga telah dicampur zat berbahaya jenis sianida, yang disinyalir akan digunakan untuk meracuni sapi sebelum dibawa kabur.
Mengetahui hal tersebut, warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Waeapo serta Koramil setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Kapten Infanteri Husen Malagapy selaku Danramil Waeapo, dihadapan warga menjelaskan bahwa oknum anggota tersebut akan diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum militer. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan akan dibawa ke Kantor Polisi Militer (Pom) di Namlea untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun dua warga sipil terduga pelaku yang diamankan dimapolsek waeapo diantaranya ST (32) Petani dan AT (44) Petani. Sementara MK (27) Oknum TNI telah diamankan di Koramil 1506-04/Waeapo.
Sejumlah warga mengaku, kasus kehilangan sapi di wilayah Waeapo sudah terjadi selama kurang lebih dua tahun terakhir. Namun, para pelaku belum pernah tertangkap, sehingga menimbulkan keresahan berkepanjangan di kalangan peternak.
Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil, demi memberikan rasa aman serta kepastian hukum bagi masyarakat. (*)
