Bandar Lampung (Alodelima.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan insan media melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026). Dalam silaturahmi ini KONI Lampung menargetkan Kontingen Lampung naik peringkat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB dan NTT.
Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat mengatakan, momentum silaturahmi tersebut menjadi kesempatan penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara KONI dan media dalam menyampaikan informasi olahraga kepada masyarakat.
“KONI berharap komunikasi dengan media dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai informasi mengenai pengembangan, pelaksanaan, dan pembinaan olahraga di Lampung bisa tersampaikan kepada masyarakat,” kata Taufik.
Taufik menjelaskan, pada PON 2028 di NTB dan NTT, KONI Lampung pun bertekad untuk meraih peringkat lebih baik dibandingkan dua perhelatan PON sebelumnya. “Target satu digit di PON 2028, lebih baik dari PON sebelumnya,” jelasnya.
Taufik menilai target di PON 2028 tersebut cukup realistis bila melihat pencapaian prestasi para atlet Lampung di berbagai event baru-baru ini. “Melihat di PON Beladiri serta beberapa kejurnas, sejumlah cabang olahraga yang kemarin belum dapat medali emas di PON Aceh-Sumut, Insyaallah nanti (PON 2028) bisa memperoleh medali,” ujarnya.
Menurut Taufik, KONI Lampung juga masih melanjutkan proses pengajuan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032. Saat ini proses tersebut masih berada pada tahap verifikasi. KONI Lampung juga telah melakukan koordinasi dengan KONI Kota Bandar Lampung sebagai salah satu calon tuan rumah pelaksanaan.
“Nanti akan kita finalisasi untuk menentukan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan, termasuk kesiapan kepanitiaan dan berbagai aspek penyelenggaraan lainnya,” ujarnya.
Terkait cabang olahraga yang akan dipertandingkan, kata Taufik, secara umum tetap mengacu pada cabang olahraga yang dipertandingkan di PON serta didukung oleh kepengurusan aktif di kabupaten dan kota. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya cabang olahraga tertentu yang dipertimbangkan, seperti olahraga yang sudah memiliki level internasional.
Taufik mengungkapkan, pihaknya juga mendorong cabang olahraga agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota masing-masing, terutama dalam mengusulkan dukungan anggaran pembinaan. Selain itu, cabang olahraga juga diharapkan mampu menggali sumber pendanaan lain melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung program pembinaan atlet.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan terkait target kontingen Lampung di PON 2028. Ia bahkan menyebut akan membentuk tim untuk merekrut kembali atlet-atlet Lampung potensial yang sebelumnya sempat membela daerah lain di PON. “Target satu digit, mungkin bisa peringkat 7. Karena, sebelumnya kita juga pernah dua kali ada di peringkat 5 besar atau nomor satu di luar Pulau Jawa,” kata dia.
Berdasarkan data, pada dua perhelatan PON terakhir, Kontingen Lampung selalu finish di posisi 10 besar. Yaitu, peringkat 10 pada PON 2021 di Papua dengan torehan 14 emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Serta, posisi 10 PON 2024 di Aceh-Sumut dengan koleksi 22 emas, 16 perak, dan 30 perunggu.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, didampingi Wakil Ketua II Riagus Ria, Wakil Ketua IV Achmad Chrisna Putra, Ketua Bidang Hukum Keolahragaan dan Advokasi Sopian Sitepu, dan pengurus KONI Lampung lainnya.
