Categories Nasional

Hadiri Groundbreaking Pembangunan Jembatan Garuda di Waelata, Ketua DPRD Buru Apresiasi TNI AD

Buru (Alodelima.com) – Ketua DPRD Kabupaten Buru, Bambang Langlang Buana, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda di Unit R, Desa Waileman, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD” tersebut dibuka secara resmi oleh Dandim 1506/Namlea, Letkol Infanteri Heribertus Purwanto.

Dalam sambutan virtualnya, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Keberadaan jembatan ini tidak hanya sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga memiliki dampak strategis dalam mendukung akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Ketua DPRD Buru, Bambang Langlang Buana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD dan pemerintah atas pelaksanaan program tersebut.

“Program ini merupakan wujud pemerataan pembangunan infrastruktur. Pembangunan Jembatan Garuda menjadi solusi strategis dalam mempermudah mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian,” ungkap Bambang.

Senada dengan itu, Dandim 1506/Namlea Letkol Infanteri Heribertus Purwanto menyampaikan bahwa Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian besar terhadap daerah-daerah yang membutuhkan akses infrastruktur, khususnya jembatan yang mengalami kerusakan.

“Bapak Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan jembatan harus menjadi prioritas, karena jembatan merupakan penghubung vital antarwilayah sekaligus penunjang aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendapat tugas untuk melakukan pendataan terhadap titik-titik jembatan yang membutuhkan penanganan.

“Untuk sementara, di Kabupaten Buru telah ditetapkan tiga titik sebagai tahap awal. Ke depan, jika ada arahan tambahan, kami akan kembali melakukan pendataan untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.

Dandim juga mengimbau masyarakat agar turut memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif demi kelancaran pembangunan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bergotong royong dan bekerja sama dengan TNI agar proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Kami menargetkan dalam waktu kurang lebih dua bulan, jembatan ini sudah dapat difungsikan,” ujarnya.

Diketahui, sejumlah jembatan yang direncanakan akan dibangun berada di Desa Wabloy, Desa Waileman, dan Desa Waeflan.

Selain itu, terdapat pula beberapa titik jembatan yang menghubungkan desa dengan dusun, termasuk akses penting menuju sekolah.

Seperti yang terjadi di Desa Waeflan, akses dari desa menuju sekolah kerap terputus saat debit air sungai meningkat di musim hujan.

Kondisi tersebut menyebabkan pelajar dan guru tidak dapat melintas, sehingga pembangunan jembatan di lokasi tersebut sangat dibutuhkan.

More From Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: