Categories Tulang Bawang Barat

Dugaan Pembakaran Kebun Tebu Pascapanen Terungkap, Nama Oknum Mitra dan Karyawan GMP Disebut

TUBABA (alodelima.com) — Dugaan praktik pembakaran daun tebu kering pascapanen di wilayah Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kian mengemuka dan memicu keresahan warga. Sejumlah pihak yang disebut dalam keterangan narasumber diduga mengarahkan pekerja untuk membakar sisa tanaman tebu di lahan perkebunan.

Dugaan ini mencuat setelah seorang warga berinisial SJ mengungkapkan kepada awak media bahwa pembakaran daun tebu kering pascapanen yang dilakukannya bersama sejumlah rekan bukanlah inisiatif pribadi. Menurut pengakuannya, kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan arahan pihak yang disebut sebagai pemilik kebun serta oknum karyawan PT Gunung Madu Plantations (GMP) Lampung Tengah.

Pengakuan itu disampaikan SJ saat ditemui awak media(ALodelima,com) kediamannya pada Selasa (6/10/2026), sekitar pukul 18.39 WIB.

Menurut SJ, pembakaran sisa daun tebu kering setelah panen dilakukan karena adanya arahan dari pihak tertentu. Ia menyebut seorang berinisial LJ yang diklaim sebagai karyawan PT GMP, serta pemilik atau pengelola kebun tebu lainnya.

“Yang pasti, kalau kebun tebu sudah selesai panen memang kami bakar. Itu juga ada arahan dari pemilik kebun tebu. Salah satunya ada arahan atau perintah dari oknum orang PT GMP Lampung Tengah,” ungkap SJ.

Pernyataan tersebut menjadi indikasi awal yang tidak boleh diabaikan dan perlu segera ditelusuri secara serius. Aparat berwenang perlu memastikan siapa pihak yang memberikan instruksi, siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan lahan, serta apakah pembakaran dilakukan sesuai ketentuan lingkungan hidup dan standar pencegahan kebakaran.

Dua Pekerja Mengaku Dibayar untuk Membakar Lahan

Temuan awak media berlanjut pada malam yang sama. Saat melakukan penelusuran di wilayah Gedung Ratu, awak media mendapati sumber api di area perkebunan tebu yang lokasinya tidak berjauhan dari kebun sawit milik Eka Putra Jaya, yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran.

Sebelum menuju lokasi, awak media mengaku telah meminta izin kepada pamong setempat, yakni Rukun Keluarga (RK) Tiyuh Gedung Ratu. Dalam proses peliputan, media juga didampingi seorang warga setempat untuk menyaksikan pengambilan dokumentasi foto dan video di lokasi.

Sekitar pukul 19.43 WIB, awak media mendapati dua orang tengah melakukan pembakaran pada area yang disebut sebagai lahan tebu pascapanen. Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku hanya bekerja sebagai buruh upahan dan menjalankan pekerjaan tersebut atas arahan pihak lain.

Kedua pekerja itu menyebut nama JL dan HS sebagai pihak yang, menurut pengakuan mereka, memberikan instruksi melalui orang kepercayaan pemilik kebun. Keterangan ini menjadi bagian penting dalam penelusuran, meski tetap memerlukan pendalaman dan konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebutkan.

“Kami hanya upahan, Bang. Kami melakukan ini atas perintah JL dan HS. Kalau kami tidak bekerja, anak dan istri kami tidak makan. Apalagi sekarang musim kemarau, pekerjaan susah. Kami juga terbentur faktor ekonomi,” ujar keduanya sebagaimana ditirukan dalam keterangan kepada awak media.

Kedua pekerja tersebut mengaku berasal dari dua tiyuh berbeda, yakni Tiyuh Gedung Ratu dan Tiyuh Gunung Katun Tanjungan.

Pengakuan para pekerja itu semakin memperkuat dugaan adanya pola pembakaran yang dilakukan secara terarah. Namun, keterangan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pihak yang disebut maupun memastikan siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya pembakaran. Pembuktian tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan resmi dan bukti yang sah.

Praktik serupa, menurut catatan awak media, juga pernah terpantau pada Rabu (30/9/2026), sekitar pukul 21.29 WIB. Saat itu, media memperoleh informasi dari warga mengenai adanya sumber api di wilayah Tiyuh Gedung Ratu.

Awak media kemudian melakukan penelusuran dan meminta izin kepada RK setempat berinisial HR sebelum menuju lokasi. Di tempat kejadian, api masih terlihat membakar daun tebu kering.

More From Author

Leave a Reply

Berita Terkait: