Lampung Selatan (Alodelima.com) – Pengembangan olahraga minisoccer di Lampung mulai diarahkan pada pembinaan atlet usia dini untuk menghadapi peluang tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Sebanyak 57 tim pelajar mengikuti kompetisi mini soccer dalam rangkaian Lampung Student Olympic (LSO) di Lapangan Mini Soccer Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Selasa (20/10/2026).
Kompetisi yang diselenggarakan melalui kolaborasi Komite Sepak bola Mini Indonesia (KSMI) Lampung, Lampung Student Olympic, dan ITERA ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan sekaligus mengenalkan mini soccer kepada kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Penasehat KSMI Lampung yang juga Anggota DPD RI Dapil Lampung, Bustami Zainudin, Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi, serta Kabid Prestasi KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti.
Bustami Zainudin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi melalui olahraga.
Menurutnya, pengembangan mini soccer harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas dan pembinaan sumber daya manusia, terlebih ketika olahraga ini tengah diupayakan untuk menjadi cabang yang dipertandingkan pada PON mendatang.
Ia juga menilai olahraga menjadi pelengkap penting bagi pemenuhan gizi anak-anak, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, generasi muda perlu mendapat kesempatan berolahraga secara rutin agar tumbuh sehat dan memiliki kemampuan untuk berprestasi.
“Setelah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, mereka juga perlu diberi ruang untuk berolahraga. Pemerintah daerah harus menyediakan lebih banyak lapangan agar anak-anak bisa bermain sekaligus mengembangkan bakatnya,” ujar Bustami.
Dukungan terhadap pembinaan mini soccer juga disampaikan Rektor ITERA, Prof. Dr. apt. Elfahmi. Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus berkontribusi bagi perkembangan olahraga di Lampung melalui penyediaan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet.
Menurut Elfahmi, lapangan mini soccer ITERA telah dibangun pada tahun lalu dengan standar internasional. Pada tahun ini, kampus berencana melengkapi fasilitas tersebut dengan tribun, ruang ganti, dan kamar mandi agar penggunaannya semakin optimal.
ITERA berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat mendukung pembinaan atlet mini soccer di Lampung sehingga mampu berkembang hingga tingkat nasional. Kampus juga terus berkoordinasi dengan KONI dan Pemerintah Provinsi Lampung terkait peluang pemanfaatan fasilitas olahraga untuk kegiatan yang lebih luas pada masa mendatang.
Sementara itu, panitia penyelenggara dari Lampung Student Olympic, Intan Nyimas, mengatakan mini soccer menjadi cabang olahraga ke-15 yang dipertandingkan dalam ajang LSO tahun ini. Meski persiapan hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan, kompetisi tersebut berhasil menghimpun 57 tim peserta.
Menurut Intan, jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap mini soccer. Ia berharap penyelenggaraan perdana ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kompetisi sekaligus memperluas partisipasi pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menambahkan, pembinaan sejak usia sekolah menjadi penting karena para peserta saat ini berpotensi menjadi atlet pada 2032, ketika Lampung diproyeksikan menjadi tuan rumah PON.
Melalui kompetisi ini, para pelajar diharapkan semakin serius menekuni mini soccer dan memperoleh pengalaman bertanding sejak dini. Dukungan komunitas, perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi olahraga diharapkan dapat memperkuat fondasi pembinaan agar Lampung memiliki atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.
