Categories Bandar Lampung

PT Titian Karsa Mandiri Kembali Jalankan Program SDM Perkebunan BPDP dan Ditjenbun, Bekali Pekebun Way Kanan Hadapi Tantangan Industri Sawit

BANDAR LAMPUNG (alodelima.com) – Kepercayaan pemerintah terhadap PT Titian Karsa Mandiri (TKM) sebagai lembaga pengembangan kompetensi sektor perkebunan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026. Program yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut berlangsung pada 19–23 Juli 2026 di Akar Hotel & Resort, Bandar Lampung, dengan melibatkan peserta dari Kabupaten Way Kanan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kapasitas pekebun sebagai pelaku utama industri kelapa sawit nasional. Melalui peningkatan kompetensi yang berkesinambungan, diharapkan para pekebun mampu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus menerapkan praktik perkebunan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.

Konsistensi BPDP dalam memperluas akses pengembangan kompetensi pekebun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Program SDM Perkebunan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan, B. Ishaq, S.Sos., M.H., bersama perwakilan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Busyairi Afton, S.E., M.M. Keduanya menilai program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan Indonesia.

“Sektor perkebunan Indonesia terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali para pekebun dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan untuk mewujudkan perkebunan yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Busyairi Afton, S.E., M.M., mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.

Dalam pelaksanaannya, PT Titian Karsa Mandiri menghadirkan dua program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekebun di lapangan, yakni Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dan Pelatihan Pembuatan serta Aplikasi Pupuk Organik. Kedua materi tersebut dirancang untuk membantu peserta mengoptimalkan pengelolaan kebun melalui pemanfaatan teknologi pemetaan sekaligus penerapan teknik pemupukan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Kualitas pembelajaran diperkuat melalui kehadiran narasumber dari unsur akademisi serta praktisi perkebunan yang telah berpengalaman di berbagai wilayah Indonesia. Perpaduan pengalaman akademis dan praktik lapangan memberikan peserta wawasan yang lebih luas mengenai tantangan serta solusi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), TKM tidak hanya menyampaikan materi di ruang kelas, tetapi juga mengajak peserta mengikuti praktik lapangan sehingga setiap konsep yang dipelajari dapat langsung diterapkan pada kondisi nyata. Pendekatan tersebut menjadi salah satu keunggulan pelatihan yang mampu memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan teknis peserta.

Suasana pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, serta pertukaran pengalaman antarpeserta. Metode tersebut mendorong proses belajar yang lebih aktif sekaligus memperluas jaringan antarpelaku perkebunan dari berbagai daerah.

Melalui program ini, PT Titian Karsa Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan Indonesia. Kompetensi pekebun yang semakin baik diyakini akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, penguatan implementasi praktik perkebunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing industri kelapa sawit nasional.

Sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia, kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, penguatan kapasitas pekebun menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga mendukung keberlanjutan industri sawit Indonesia secara keseluruhan.

Melalui dukungan BPDP, Ditjenbun, dan penyelenggaraan oleh PT Titian Karsa Mandiri, Program SDM Perkebunan Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan pekebun yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjawab tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompetitif.

More From Author

Leave a Reply

Berita Terkait: