Bandar Lampung (Alodelima.com) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung Meiry Harika Sari membuka exhibition biliard antara atlet Drachen melawan atlet Porwanas XV PWI Lampung, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Selain sebagai ajang pertandingan dan silaturahmi, exhibition ini juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan atlet Porwanas PWI Lampung sekaligus mengevaluasi kesiapan menghadapi pelaksanaan Porwanas tahun depan.
Dalam sambutannya, Meiry mengatakan persiapan menghadapi Porwanas 2027 harus dilakukan sejak jauh hari dan tidak dapat dilaksanakan secara mendadak. Karena itu, berbagai kegiatan seperti exhibition menjadi langkah penting untuk mematangkan kesiapan atlet maupun penyelenggara.
“Tahun depan kita mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah. Jadi sekarang memang harus kita persiapkan atletnya. Tadi sudah disampaikan oleh manajer cabang biliar mengenai langkah-langkah persiapan, kemudian juga oleh Ketua PWI terkait persiapan sampai nanti pelaksanaan perlombaan sebagai tuan rumah pada 2027,” kata Meiry.
Menurutnya, terdapat banyak kesamaan antara dunia olahraga dengan profesi wartawan. Seorang wartawan dituntut untuk memiliki fokus, mampu mengambil keputusan dengan cepat, serta tetap tenang menghadapi situasi yang terus berubah.
Hal tersebut, kata dia, juga berlaku dalam olahraga biliar. Atlet membutuhkan konsentrasi dan ketenangan untuk menentukan sasaran serta mengambil keputusan yang tepat dalam pertandingan.
“Di biliar tentunya hal ini sama saja. Atlet harus memiliki fokus dalam berlatih dan mempersiapkan diri untuk Porwanas nanti, sehingga mampu tepat pada sasaran,” ujarnya.
Meiry menambahkan, kegiatan olahraga bagi insan pers tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga di lingkungan wartawan Lampung.
Menurutnya, para wartawan tetap dituntut produktif dalam menjalankan tugas jurnalistik, namun kesehatan dan kebugaran harus tetap dijaga.
“Gubernur juga melihat bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari budaya olahraga di lingkungan insan pers di Provinsi Lampung. Teman-teman wartawan tetap produktif bekerja, tetapi kesehatan dan kebugaran juga tetap harus dijaga,” katanya.
Ia menilai Porwanas 2027 menjadi momentum bagi Lampung untuk menunjukkan kemampuan atlet-atlet wartawan yang dimiliki daerah tersebut. Namun, pencapaian prestasi harus dibangun melalui proses persiapan yang matang.
“Persiapan tentunya tidak dapat dilakukan secara mendadak. Exhibition ini menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan perlombaan 2027 sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mengukur kemampuan kita,” jelasnya.
Meiry juga menyampaikan apresiasi kepada Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Lampung yang telah mulai melakukan persiapan atlet. Menurutnya, pembinaan dan evaluasi sejak dini diperlukan agar persiapan menghadapi Porwanas dapat dilakukan secara lebih terukur.
Lebih jauh, Meiry mengatakan Porwanas 2027 tidak semata-mata harus dipandang sebagai agenda olahraga. Kehadiran insan pers dari berbagai provinsi di Indonesia juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi promosi Lampung.
“Porwanas 2027 jangan kita lihat hanya sebagai salah satu agenda olahraga saja. Insan pers dari berbagai provinsi akan hadir di Lampung dan tentunya mereka akan membawa cerita tentang Lampung ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap para wartawan yang datang ke Lampung nantinya dapat melihat secara langsung potensi daerah, khususnya Kota Bandar Lampung yang menjadi salah satu pusat kegiatan Porwanas.
Menurut Meiry, penyelenggaraan Porwanas berpotensi memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini akan memberikan impact yang luas pada saat perlombaan nanti, tentunya bagi Kota Bandar Lampung, terutama terkait dengan pergerakan ekonominya,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh atlet yang mengikuti exhibition dapat bertanding dengan serius, tetapi tetap menikmati proses pertandingan. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan sebelum pelaksanaan Porwanas 2027.
“Para atlet yang bertanding hari ini, bertandinglah secara serius tetapi santai, karena ini merupakan bagian dari proses evaluasi kita ke depan,” pesan Meiry.
Dalam kesempatan tersebut, Meiry juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah mempersiapkan diri menghadapi dua agenda olahraga nasional pada 2027.
Selain menjadi tuan rumah Porwanas, Lampung juga dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung.
“Pada 2027 Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Porprov. Selain Porwanas, Provinsi Lampung juga menjadi tuan rumah Porprov. Untuk itu banyak sekali yang harus kita persiapkan dan kita bangga bahwa Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Meiry menegaskan, kesuksesan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran perencanaan maupun prestasi olahraga. Aspek administrasi juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.
“Untuk perlombaan ini tentunya kita harus mempersiapkan tidak hanya sukses dari perencanaannya, tidak hanya sukses untuk meraih prestasi, tetapi juga harus sukses secara administrasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, administrasi merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk dalam hal pertanggungjawaban penggunaan anggaran pada pelaksanaan Porwanas 2027.
“Administrasi ini merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaannya, karena nantinya tentu akan kita pertanggungjawabkan penggunaannya pada 2027,” ujarnya.
Selain aspek olahraga, Pemerintah Provinsi Lampung juga berharap penyelenggaraan berbagai event nasional tersebut dapat menjadi penggerak perekonomian daerah.
Keterlibatan UMKM, menurut Meiry, akan menjadi salah satu bagian penting yang perlu didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait.
“Dengan Lampung, terutama Bandar Lampung, menjadi tuan rumah, tentunya ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” tutupnya.
